Iklan 1060x90

Perluasan Akses Pendidikan Inklusif, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Dapatkan Sosialisasi Program ATS dari Disdik Banjar

Hadi A.
Selasa, November 25, 2025 WIB Last Updated 2025-11-25T13:56:30Z

MediaJawa — Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat komitmen dalam mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi Program Anak Tidak Sekolah (ATS) yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, ST., MS, beserta tim, Selasa (25/11).

Program nasional ini ditujukan bagi warga binaan yang belum memiliki ijazah atau tidak menyelesaikan pendidikan formal, sehingga tetap memiliki kesempatan memperoleh layanan pendidikan kesetaraan selama menjalani masa pidana.

Kegiatan sosialisasi dipusatkan di area depan blok hunian dan diawali dengan pembacaan doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan sambutan Kalapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi. Dalam sambutannya, Kalapas menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian integral dari proses pembinaan kemandirian di Lapas.

“Melalui pendidikan, warga binaan memiliki kesempatan memperbaiki kualitas diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kami sangat menyambut baik program ATS ini dan siap mendukung penuh pelaksanaannya di Lapas Karang Intan,” ujar Kalapas.

Usai sambutan, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, ST., MS. Dalam penyampaiannya, Kepala Disdik menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

“Tidak ada batas usia untuk belajar. Warga binaan memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan. Program ATS ini hadir untuk memastikan mereka dapat melanjutkan pendidikan, memperoleh ijazah kesetaraan, dan memiliki peluang baru ketika bebas nantinya,” tegasnya.

Tim Disdik kemudian memberikan penjelasan teknis mengenai pendataan, mekanisme pendaftaran, serta model pembelajaran pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Seluruh proses akan dilaksanakan bekerja sama dengan satuan pendidikan penyelenggara yang telah ditunjuk, dengan pembelajaran yang disesuaikan kondisi dan kebutuhan warga binaan.

Kegiatan berlangsung interaktif. Warga binaan tampak antusias mengikuti pemaparan dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses belajar, metode evaluasi, hingga peluang mendapatkan ijazah kesetaraan sebagai modal reintegrasi sosial.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Karang Intan memastikan komitmennya dalam mendukung Program Nasional ATS dan perluasan akses pendidikan inklusif bagi warga binaan. Sinergi antara Lapas dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar diharapkan mampu menghadirkan layanan pembinaan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. 
Komentar

Tampilkan

  • Perluasan Akses Pendidikan Inklusif, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Dapatkan Sosialisasi Program ATS dari Disdik Banjar
  • 0

Berita Terkini

Iklan