MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus menguatkan pembinaan karakter Warga Binaan melalui kegiatan kemandirian pengolahan keripik singkong dengan brand Kripsing La-New City, Senin (12/1). Kegiatan ini sekaligus mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan poin 10, yaitu pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan UMKM.
Dalam proses pengolahan Kripsing La-New City, Warga Binaan dilibatkan secara aktif mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan produk. Setiap tahapan dijalankan secara terstruktur sebagai bagian dari pembinaan yang menanamkan nilai disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab terhadap kualitas hasil kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan agar Warga Binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bernilai jual.
“Melalui brand Kripsing La-New City, kami mendorong hasil pembinaan agar siap dipasarkan. Ini sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung pemasaran produk karya Warga Binaan,” ujarnya.
Selain melatih keterampilan, kegiatan ini juga membentuk karakter kerja Warga Binaan melalui pembiasaan bekerja secara tim, mematuhi standar produksi, serta bertanggung jawab terhadap setiap tahapan pekerjaan. Pendampingan petugas pembina dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kegiatan berjalan optimal.
Salah satu Warga Binaan berinisial H mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Dengan adanya brand Kripsing La-New City, kami merasa lebih percaya diri karena hasil kerja kami benar-benar dipersiapkan untuk dipasarkan. Ini memotivasi kami untuk bekerja lebih disiplin dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Melalui penguatan pembinaan kemandirian berbasis pemasaran produk, Lapas Kotabaru berkomitmen membekali Warga Binaan dengan karakter kerja positif dan kesiapan ekonomi sebagai bekal reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.




