MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dengan melakukan penyemaian tanaman terong, Jum'at (23/01). Kegiatan ini memanfaatkan lahan kecil yang tersedia di lingkungan Lapas sebagai langkah optimalisasi ruang untuk kegiatan produktif.
Penyemaian terong dilaksanakan oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas (Kegiatan Kerja) Giatja . Kegiatan ini bertujuan memberikan keterampilan bercocok tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan di lingkungan Lapas Kotabaru.
Meski dilakukan di lahan terbatas, proses penyemaian tetap dilaksanakan secara terencana dan terukur. Media tanam disiapkan dengan baik agar bibit terong dapat tumbuh optimal sebelum dipindahkan ke lahan tanam utama.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru Doni Handriansyah menyampaikan, “Pemanfaatan lahan kecil untuk kegiatan pertanian merupakan bentuk inovasi pembinaan kemandirian yang sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.”, tegasnya.
Staf Giatja Rangga Yudhanto menjelaskan bahwa penyemaian terong dilakukan dengan teknik sederhana namun efektif. “Kami menyesuaikan metode penyemaian dengan kondisi lahan yang ada agar tetap menghasilkan bibit yang sehat dan siap tanam,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru menegaskan komitmennya dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada penguatan pembinaan kemandirian, ketahanan pangan, serta pemanfaatan sumber daya secara optimal dan berkelanjutan.




