MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru menyerahkan proposal kepada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru, Senin (2/1). Kegiatan ini merupakan upaya konkret dalam memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pengembangan produk unggulan yang berdaya saing.
Penyerahan proposal tersebut menjadi bagian dari sinergi antara Lapas Kotabaru dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas hasil kerja Warga Binaan. Bantuan yang diajukan diharapkan dapat menunjang pengembangan keterampilan, khususnya pada sektor kerajinan dan industri kreatif yang berorientasi pada UMKM.
Penyerahan proposal dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Mawardi bersama Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Suradi Hermanto kepada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru sebagai bentuk tindak lanjut penguatan pembinaan kemandirian di Lapas Kotabaru.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru Doni Handriansyah menyampaikan, “Pengajuan proposal ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan. Kami berupaya membekali mereka dengan keterampilan yang bernilai ekonomi agar dapat menjadi bekal positif saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Kotabaru selama ini telah menghasilkan berbagai produk unggulan Warga Binaan. Oleh karena itu, dukungan sarana dan permodalan dinilai penting agar proses produksi dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, serta memiliki daya saing di pasar.
Kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada penguatan pembinaan kemandirian dan pengembangan UMKM di lingkungan pemasyarakatan. Lapas Kotabaru berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi lintas sektor guna menciptakan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata.




