MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru mengawali periode awal bulan Februari dengan melaksanakan panen sayuran kangkung sebanyak 50 kilogram, Selasa (3/1). Panen ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan di bidang pertanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kangkung yang dipanen menunjukkan kualitas yang baik, segar, dan layak konsumsi. Hasil tersebut tidak terlepas dari perawatan rutin yang dilakukan setiap hari, mulai dari pengairan, pemupukan, hingga pengendalian kondisi tanaman agar tetap optimal selama masa tanam.
Kegiatan panen ini menjadi bagian dari pembinaan produktif yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan bercocok tanam. Selain memberikan pengetahuan praktis, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama dalam mengelola lahan pertanian.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut mencerminkan kesungguhan pembinaan yang dijalankan. “Panen kangkung ini menunjukkan bahwa dengan perawatan yang konsisten dan terarah, Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan bernilai manfaat,” tegasnya.
Staf Kegiatan Kerja (Giatja), Rangga Yudhanto, menambahkan bahwa perawatan harian menjadi kunci keberhasilan panen. “Kami melakukan pemantauan dan perawatan setiap hari agar tanaman tumbuh optimal. Alhamdulillah, hasil panen kali ini kualitasnya sangat baik,” jelasnya.
Program pertanian ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan. Lapas Kotabaru berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan produktif yang memberikan bekal positif bagi Warga Binaan.




