MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengoptimalkan perawatan tanaman selada sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan, Senin (9/2). Perawatan yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas hasil pertanian yang dihasilkan.
Proses perawatan dilaksanakan secara terjadwal, mulai dari penyiraman, pemupukan, pembersihan area tanam, hingga pengendalian hama. Langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas bersama Warga Binaan guna memastikan tanaman selada tumbuh sehat dan berkualitas.
Kegiatan ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menegaskan pentingnya pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif, termasuk sektor pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.
Kepala Lapas Kotabaru Doni Handriansyah menegaskan bahwa konsistensi dalam perawatan menjadi kunci utama keberhasilan program pertanian yang dijalankan. “Perawatan yang dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan membuktikan bahwa pembinaan di bidang pertanian mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai manfaat,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial PN menyampaikan bahwa keterlibatan dalam perawatan tanaman memberikan pengalaman berharga. “Kami diajarkan cara merawat selada dengan baik, mulai dari menjaga kebersihan hingga memastikan kebutuhan tanaman terpenuhi agar kualitasnya tetap terjaga,” ungkapnya.
Kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Lapas Kotabaru berkomitmen menjaga keberlanjutan program perawatan pertanian sebagai bagian dari proses pembinaan yang produktif dan berdaya guna.




