MediaJawa – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemandirian Ketahanan Pangan melalui panen sayuran sawi dan kangkung pada Selasa (03/03) bertempat di Lahan SAE Rutan Rantau. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemberdayaan Warga Binaan agar memiliki keterampilan produktif serta mendukung ketersediaan bahan pangan secara mandiri, sekaligus selaras dengan implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang ketahanan pangan dan penguatan pembinaan berbasis produktivitas.
Dalam kegiatan panen tersebut, Warga Binaan berhasil memanen sawi sebanyak 25 kilogram dan kangkung sebanyak 62 kilogram. Hasil panen ini dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Rutan serta menjadi sarana pembelajaran praktik pertanian sederhana yang dapat diterapkan setelah bebas nantinya. Program ini mendukung optimalisasi pembinaan kemandirian, penguatan fungsi pemasyarakatan yang berdampak langsung, serta kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan internal sesuai arah kebijakan strategis kementerian.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan Rutan. “Program ketahanan pangan ini bukan hanya untuk mendukung kebutuhan internal, tetapi juga sebagai media pembinaan agar Warga Binaan memiliki keterampilan bertani yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. Hal ini sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, akuntabel, dan berdampak,” ujarnya.
Pengelola Pembinaan Kemandirian, Angga Suma Wijaya, menjelaskan bahwa proses penanaman hingga panen dilakukan langsung oleh Warga Binaan yang telah ditunjuk dan dibimbing secara bertahap. “Kami memberikan pendampingan mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen. Kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, serta tanggung jawab yang menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter sesuai semangat reformasi pemasyarakatan,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial AG yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti program. “Kami belajar cara menanam dan merawat sayuran dengan baik sampai akhirnya bisa panen. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan menambah pengetahuan yang bisa kami manfaatkan nanti,” ungkapnya. Melalui kegiatan pembinaan kemandirian ketahanan pangan ini, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau terus berupaya mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan berbasis kemandirian, peningkatan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan, serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.




