MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru melaksanakan panen kangkung hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan pada Senin (13/04) dengan total hasil mencapai 35 kilogram. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam bidang kemandirian pangan.
Di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki, Lapas Kotabaru tetap mampu mengoptimalkan area yang ada untuk kegiatan pertanian produktif. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat terus berjalan secara efektif dengan pemanfaatan sumber daya yang maksimal.
Hasil panen kangkung tidak hanya dimanfaatkan sebagai bagian dari program pembinaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pemberian premi bagi Warga Binaan yang terlibat.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk tetap produktif.
“Dengan lahan yang terbatas, kami tetap berupaya mengoptimalkan potensi yang ada sehingga program kemandirian pangan dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Kemandirian, Rangga Yudhanto, menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus dikembangkan. “Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif dalam kegiatan produktif seperti ini, karena selain bermanfaat juga dapat menjadi bekal keterampilan ke depan,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial S mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut. “Saya belajar bagaimana menanam dan merawat hingga panen. Ini sangat bermanfaat untuk bekal saya nanti,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru terus berkomitmen mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menciptakan Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali ke tengah masyarakat.




