MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengoptimalkan pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan berupa Salat Duha dan zikir bersama yang diikuti oleh petugas dan Warga Binaan, Kamis (7/5). Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Lapas tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan sebagai bagian dari penguatan spiritual di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Duha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama. Suasana yang tenang dan religius memberikan ruang refleksi bagi Warga Binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat semangat perubahan diri selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memperbaiki pola pikir Warga Binaan.
“Pembinaan keagamaan menjadi salah satu fondasi utama dalam proses pemasyarakatan. Melalui kegiatan seperti Salat Duha dan zikir bersama, kami berharap Warga Binaan dapat meningkatkan keimanan, memperbaiki perilaku, serta memiliki kesiapan mental untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial A mengaku merasakan manfaat besar dari kegiatan tersebut.
“Salat Duha dan zikir bersama membuat hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih. Kami merasa lebih dekat dengan Tuhan dan termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan mental Warga Binaan. Diharapkan, pembinaan keagamaan yang berkelanjutan mampu membentuk pribadi yang lebih sadar, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat.




