Iklan 1060x90

Lestarikan Budaya Lokal, Lapas Kotabaru Latiah Warga Binaan Pembuatan Kain Sasirangan

Syifa W.
Selasa, Juli 21, 2026 WIB Last Updated 2026-07-21T09:59:59Z

MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pelestarian budaya lokal. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah proses penjahitan jelujur pada kain sasirangan, yakni teknik menjahit tangan mengikuti pola yang telah dibuat sebelum memasuki tahap pewarnaan, Selasa (21/07).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pembuatan kain sasirangan. Dengan menggunakan teknik jelujur, Warga Binaan menjahit pola secara teliti menggunakan benang, kemudian benang tersebut ditarik dan diikat dengan kuat agar menghasilkan motif khas setelah melalui proses pencelupan warna. Seluruh proses dilakukan di bawah pendampingan petugas pembinaan kemandirian sehingga hasil yang diperoleh tetap sesuai dengan standar kualitas.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan melalui pembuatan kain sasirangan tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan kerja, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.

“Melalui pembinaan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan menjahit dan membuat sasirangan, tetapi juga ikut melestarikan salah satu warisan budaya Kalimantan Selatan. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi bekal usaha yang produktif setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Doni.

Selain melatih keterampilan teknis, proses penjahitan jelujur juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, ketelitian, disiplin, dan tanggung jawab. Setiap tahapan harus dilakukan dengan cermat agar motif yang dihasilkan sesuai dengan pola yang telah dirancang, sehingga menghasilkan kain sasirangan yang berkualitas dan memiliki nilai jual.

Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti pembinaan.

“Awalnya saya belum pernah membuat sasirangan. Sekarang saya sudah belajar menjahit jelujur sesuai pola dan memahami setiap prosesnya. Saya berharap keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Melalui pembinaan pembuatan kain sasirangan, Lapas Kelas IIA Kotabaru terus menghadirkan program yang produktif, edukatif, dan bernilai budaya. Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemasyarakatan dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya daerah agar terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Komentar

Tampilkan

  • Lestarikan Budaya Lokal, Lapas Kotabaru Latiah Warga Binaan Pembuatan Kain Sasirangan
  • 0

Berita Terkini

Iklan