MediaJawa – Hamparan tanaman kangkung yang tumbuh hijau di area pertanian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru menjadi pemandangan yang menyejukkan, Rabu (8/7). Di balik pertumbuhan tanaman tersebut, ada tangan-tangan warga binaan yang setiap hari merawatnya dengan penuh ketelitian sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Sejak pagi, warga binaan bergotong royong menyiram tanaman, membersihkan gulma, memberikan pupuk, hingga memantau perkembangan setiap bedengan. Rutinitas itu dilakukan secara terjadwal dengan pendampingan petugas pembinaan, sehingga mereka tidak hanya memahami teknik dasar bercocok tanam, tetapi juga belajar pentingnya ketekunan dan tanggung jawab dalam setiap proses.
Bagi warga binaan, lahan pertanian bukan sekadar tempat menanam sayuran. Ruang tersebut menjadi tempat belajar untuk menghargai proses, memahami bahwa setiap hasil membutuhkan kesabaran, serta membangun kebiasaan bekerja secara disiplin dan konsisten.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu media pembinaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga keterampilan yang diperoleh memiliki manfaat nyata.
“Merawat tanaman mengajarkan banyak hal. Selain keterampilan bercocok tanam, warga binaan juga belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat, baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun membuka peluang usaha di bidang pertanian,” ujar Doni.
Hasil budidaya kangkung juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Salah seorang warga binaan berinisial I mengaku menikmati setiap proses yang dijalani selama mengikuti pembinaan pertanian. Baginya, merawat tanaman memberikan pengalaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
“Awalnya saya tidak tahu cara merawat tanaman. Sekarang saya mengerti kapan harus menyiram, memberi pupuk, dan membersihkan rumput di sekitar tanaman. Ada rasa bangga ketika melihat kangkung tumbuh subur karena itu hasil kerja kami bersama,” tuturnya.
Di setiap helai daun kangkung yang tumbuh, tersimpan proses belajar yang sederhana namun bermakna. Dari lahan pertanian inilah warga binaan tidak hanya memanen sayuran, tetapi juga menumbuhkan keterampilan, rasa percaya diri, dan harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.




