MediaJawa – Semangat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai dalam memperdalam ilmu agama kembali terlihat melalui kegiatan pengajian rutin di Pondok Pesantren At-Taubah, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pengurus Pondok Pesantren At-Taubah, Dr. H. Ahmad Nawawi Abdurrauf, S.Ag., M.M.Pd., dengan materi kajian mengenai keutamaan dan tata cara pelaksanaan sholat sunnah sebagai penyempurna ibadah seorang muslim.
Pengajian diikuti dengan penuh antusias oleh warga binaan yang tergabung dalam program pembinaan keagamaan. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis sholat sunnah, seperti sholat dhuha, tahajud, qabliyah, ba'diyah, dan witir, beserta keutamaan, hikmah, serta tata cara pelaksanaannya sesuai tuntunan syariat Islam.
Kalapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk karakter warga binaan agar memiliki bekal spiritual yang kuat selama menjalani masa pidana.
"Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang berkesinambungan agar warga binaan tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi tentang sholat sunnah diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat keimanan sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat," ujar Gusti Iskandarsyah.
Dalam penyampaiannya, Dr. H. Ahmad Nawawi Abdurrauf, S.Ag., M.M.Pd. menjelaskan bahwa sholat sunnah merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan dan menjadi pelengkap atas kekurangan dalam pelaksanaan sholat wajib. Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk membiasakan diri menghidupkan ibadah sunnah sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT.
"Sholat sunnah bukan hanya menambah pahala, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jika dilaksanakan dengan istiqamah, sholat sunnah akan membentuk pribadi yang lebih disiplin, tenang, dan berakhlak mulia," tutur Ahmad Nawawi.
Salah seorang warga binaan, Fadli, mengaku memperoleh banyak ilmu baru dari materi yang disampaikan pada pengajian tersebut.
"Selama mengikuti pembinaan di Ponpes At-Taubah, saya semakin memahami pentingnya memperbanyak ibadah sunnah. Materi hari ini membuat saya termotivasi untuk membiasakan sholat sunnah sebagai bagian dari ikhtiar memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ungkap Fadli.
Melalui kegiatan pengajian rutin di Pondok Pesantren At-Taubah, Lapas Kelas IIB Amuntai terus memperkuat program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan. Diharapkan kegiatan ini mampu membentuk warga binaan yang memiliki pemahaman agama yang baik, berakhlakul karimah, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab dan bermanfaat.




