MediaJawa – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali menunjukkan hasil positif. Sebanyak 30 ikat selada berhasil dipanen oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan budidaya hidroponik, Senin (31/08).
Panen selada merupakan bagian dari kegiatan pembinaan yang memberikan kesempatan kepada WBP untuk terlibat langsung dalam proses pertanian. Sebelum memasuki masa panen, tanaman dirawat secara berkala dengan memperhatikan pertumbuhan dan kebutuhan tanaman agar dapat berkembang dengan baik.
Keterlibatan WBP dalam budidaya selada tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Setiap tahapan dilakukan dengan ketekunan sehingga WBP memperoleh pengalaman dalam mengelola tanaman secara teratur.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Imam Sapto Riadi, menyampaikan bahwa kegiatan hidroponik menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus didorong di Lapas. “Kami ingin kegiatan pembinaan kemandirian dapat memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan. Hasil panen ini menjadi salah satu bentuk nyata dari proses pembinaan yang produktif,” ujar Imam.
Salah seorang WBP berinisial J mengungkapkan bahwa kegiatan budidaya selada memberikan pengalaman baru baginya. “Merawat selada membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dari kegiatan ini kami belajar untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab sampai tanaman siap dipanen,” ungkapnya.
Melalui panen 30 ikat selada, Lapas Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi WBP untuk mendukung kemandirian setelah kembali ke masyarakat.




