Integrasikan Ketahanan Pangan dan UMKM, Lapas Amuntai Olah Hasil Ayam SAE Jadi Dimsum Lezat Dari SAE Jadi Produk Kuliner
MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kali ini, warga binaan mengikuti kegiatan pengolahan bahan pangan berupa pembuatan dimsum ayam dengan memanfaatkan ayam hasil dari program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Amuntai, Jumat (9/10).
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pemanfaatan hasil program ketahanan pangan di Lapas yang tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan pangan, tetapi juga dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Ayam hasil SAE diolah menjadi dimsum melalui tahapan persiapan bahan, pengolahan adonan, pembentukan, hingga proses pengukusan sampai siap disajikan.
Dalam kegiatan kali ini, proses produksi berhasil menghasilkan 100 buah dimsum ayam siap makan. Capaian tersebut menunjukkan potensi pengembangan hasil SAE menjadi produk kuliner yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengintegrasikan program ketahanan pangan dengan pembinaan kemandirian warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa hasil SAE tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Pembuatan dimsum ayam menjadi salah satu bentuk pembelajaran keterampilan usaha yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Gusti Iskandarsyah.
Sementara itu, Sadi, salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pelatihan pembuatan dimsum memberikan pengalaman baru dalam mengolah bahan pangan menjadi produk siap konsumsi.
“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam membuat dimsum. Bahan ayam dari SAE dapat kami olah menjadi makanan yang siap dinikmati. Semoga keterampilan ini bisa menjadi bekal bagi saya untuk membuka usaha dan mencari penghasilan yang halal setelah bebas nanti,” ungkap Sadi.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa program SAE Lapas Amuntai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga pengolahan menjadi produk UMKM. Melalui pendekatan tersebut, warga binaan tidak hanya belajar menghasilkan produk, tetapi juga memahami pentingnya kreativitas dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
Lapas Kelas IIB Amuntai berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan pembinaan kemandirian yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan keterampilan warga binaan. Diharapkan, berbagai pelatihan yang diberikan dapat menumbuhkan semangat berwirausaha serta membuka peluang bagi warga binaan untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat secara positif.
Dari hasil SAE menjadi produk bernilai, dari keterampilan menjadi peluang usaha. Lapas Amuntai terus berupaya menjadikan pembinaan sebagai ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri.
Baca Juga:
