Lapas Amuntai Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC bagi Warga Binaan
MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus mendorong peningkatan kesehatan warga binaan dan petugas pemasyarakatan melalui kegiatan cek kesehatan gratis dan skrining Tuberkulosis (TBC) yang dilaksanakan pada Selasa (6/10).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit TBC. Pelaksanaannya di Lapas Kelas IIB Amuntai dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Dinkes HSU) bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Sungai Malang.
Kegiatan diikuti oleh warga binaan serta petugas pemasyarakatan. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi kesehatan, khususnya untuk mengetahui kemungkinan adanya gejala atau indikasi TBC di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Lapas dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan warga binaan dan petugas.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan cek kesehatan dan skrining TBC ini. Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui pemeriksaan dan deteksi dini, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan lebih awal sehingga dapat dilakukan langkah penanganan dan pencegahan secara tepat,” ujar Gusti.
Menurutnya, sinergi dengan instansi kesehatan sangat diperlukan untuk memastikan pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas dapat berjalan dengan baik.
“Kami mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten HSU dan Puskesmas Sungai Malang yang telah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan dan petugas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Syarif, S.Kep., Ners., Pengelola TB Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara, menjelaskan bahwa skrining TBC menjadi salah satu langkah penting dalam menemukan kasus secara lebih dini.
“Kegiatan skrining ini merupakan upaya deteksi dini untuk menemukan terduga TBC. Dengan pemeriksaan yang dilakukan lebih awal, apabila ditemukan adanya indikasi atau gejala, maka dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan,” jelas Muhammad Syarif.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan dan tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada penyakit TBC.
“Kami berharap warga binaan maupun petugas dapat memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan. TBC dapat disembuhkan apabila ditangani dengan tepat dan pengobatan dilakukan sampai tuntas,” lanjutnya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib. Warga binaan mengikuti pemeriksaan secara bergantian, sementara petugas kesehatan memberikan pelayanan sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Amuntai bersama Dinkes HSU dan Puskesmas Sungai Malang terus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pembinaan serta memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga binaan dan petugas.
Dengan deteksi dini, kepedulian bersama, dan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, Lapas Amuntai berkomitmen untuk terus menjaga kesehatan sebagai bagian penting dari keberhasilan proses pemasyarakatan.
Baca Juga:
