MediaJawa – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru mengikuti kegiatan virtual meeting Uji Petik Pedoman Asesmen dan Instrumen Asesmen Risiko dan Kebutuhan Pemasyarakatan pada Kamis (27/11). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) serta para asesor Lapas Kotabaru, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas asesmen di lingkungan Pemasyarakatan.
Asesmen menjadi fondasi utama sistem pemasyarakatan, karena seluruh keputusan pembinaan—mulai dari program yang diberikan hingga penentuan hak integrasi—bergantung pada hasil asesmen yang akurat. Kegiatan uji petik ini menekankan bahwa proses asesmen harus selalu dijalankan secara sistematis dan berbasis bukti.
Dalam sesi ini, peserta mendalami penerapan Evidence-Based Correction (EBC), pendekatan pemasyarakatan yang berbasis data dan praktik terbaik. Penerapan EBC membantu memastikan bahwa program pembinaan dilakukan secara efektif dan sesuai kebutuhan individual Warga Binaan.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat pemahaman peserta mengenai Model Risk–Need–Responsivity (RNR), kerangka kerja yang menilai risiko, kebutuhan kriminogenik, dan responsivitas setiap Warga Binaan untuk menentukan program pembinaan yang tepat. Peserta juga belajar tentang tahapan asesmen yang sistematis, mulai dari pengumpulan data, analisis risiko, penentuan kebutuhan, hingga penyusunan rencana pembinaan.
Seluruh proses asesmen dijalankan dengan memegang prinsip-prinsip: objektif, transparan, rahasia, adil, dan valid, untuk menjaga integritas dan akurasi keputusan pembinaan.
Kalapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Asesmen adalah fondasi utama pembinaan. Saya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi asesor agar setiap keputusan yang diambil benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, pembinaan Warga Binaan bisa tepat sasaran dan efektif,” ujarnya.
Melalui kegiatan uji petik ini, Lapas Kotabaru berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas asesmen, sehingga seluruh program pembinaan dapat berjalan lebih terukur, efektif, dan selaras dengan prinsip pemasyarakatan modern.




