MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kemandirian melalui budidaya perikanan. Pada Selasa (25/11), kegiatan panen lele di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) menghasilkan 66 kilogram, menjadi bukti meningkatnya produktivitas Warga Binaan dalam kegiatan budidaya yang terus dikembangkan.
Budidaya lele ini merupakan hasil kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang memberikan pendampingan teknis terkait benih, pakan, dan metode pemeliharaan. Kolaborasi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan jumlah panen.
Pemeliharaan dilakukan rutin oleh Warga Binaan, mulai dari pemberian pakan terjadwal, pengelolaan kualitas air, hingga pembersihan kolam. Konsistensi ini memastikan ikan tumbuh dengan baik hingga waktu panen tiba.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan apresiasi terhadap capaian tersebut. “Budidaya lele ini bukan hanya menghasilkan panen, tetapi juga memberi pengalaman kerja dan rasa tanggung jawab bagi Warga Binaan. Kami akan terus meningkatkan kualitas program ini melalui kerja sama yang sudah terbangun dengan BPBAT Mandiangin KKP,” ujarnya.
Hasil panen ini turut memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan internal Lapas dan kegiatan produktif lainnya.
Warga Binaan S mengungkapkan rasa bangganya. “Saya senang bisa ikut mengelola kolam lele. Melihat hasil panennya banyak membuat saya makin semangat menjalani pembinaan,” tuturnya.
Melalui panen ini, Lapas Kotabaru memperkuat komitmen dalam mendukung Astacita Presiden dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek ketahanan pangan dan kemandirian Warga Binaan. Program budidaya lele di SAE menjadi langkah nyata dalam menciptakan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.




