MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru secara resmi menutup rangkaian Orientasi Pemagangan Nasional Batch II pada Rabu (26/11). Sebanyak 25 peserta dinyatakan siap memasuki tahap pemagangan setelah mengikuti seluruh agenda pembekalan yang telah digelar sejak awal kegiatan.
Sebelum penutupan, peserta mendapatkan materi orientasi terakhir dari Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) terkait pembinaan kemandirian di lingkungan Lapas Kotabaru. Materi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai sistem kerja, tata tertib, serta tugas-tugas yang akan dijalani selama program pemagangan.
Selain itu, peserta juga menerima materi pengenalan kehumasan dari Tim Humas Lapas Kotabaru yang disampaikan oleh Ketua Tim Humas, Junian Ramadhani. Dalam paparannya, Junian memperkenalkan peran strategis kehumasan dalam membangun citra positif lembaga, teknik publikasi yang efektif, serta pentingnya komunikasi yang profesional dalam setiap kegiatan.
Acara inti penutupan ditandai dengan penandatanganan perjanjian magang serta penyerahan ID card peserta Pemagangan Nasional Batch II. Prosesi tersebut menjadi bentuk komitmen resmi bagi para peserta untuk memasuki tahap pemagangan pada unit kerja masing-masing.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru, Doni Handriansyah, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap para peserta. “Pemagangan ini bukan hanya sekadar proses belajar, tetapi sebuah perjalanan pembentukan karakter dan profesionalisme. Manfaatkan kesempatan ini untuk menimba pengalaman, tumbuh dalam integritas, dan memberi kontribusi terbaik bagi Pemasyarakatan,” pesannya.
Selama enam bulan ke depan, hingga 23 Mei 2026, peserta akan menjalani pemagangan dengan didampingi mentor yang telah ditentukan. Mereka diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh serta berperan aktif dalam setiap penugasan.
Penutupan orientasi ini menegaskan komitmen Lapas Kotabaru dalam mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalitas generasi penerus di bidang Pemasyarakatan, sekaligus membuka babak baru bagi para peserta untuk berkontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan di lapangan.




