MediaJawa - Lembaga Pemasyarakatan di seluruh Indonesia secara serentak menggelar Panen Raya Ketahanan Pangan sebagai wujud dukungan terhadap kedaulatan pangan nasional. Agenda besar ini menjadi momentum krusial bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan untuk menunjukkan peran aktif warga binaan dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Melalui integrasi pembinaan kemandirian dan pemanfaatan lahan produktif, seluruh Lapas di tanah air bertransformasi menjadi pusat produksi pangan yang berkelanjutan demi kemaslahatan masyarakat dan negara.
Lapas Kelas IIA Kerobokan turut serta dalam aksi nasional tersebut pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembah Hijau. Kegiatan yang dipantau secara virtual dari Lapas Kelas I Cirebon ini melibatkan pejabat struktural, staf bimbingan kerja, dan warga binaan. Hasil panen yang dilaporkan mencakup 30 kg lele, 34 kg pakcoy, 50 kg kangkung, serta 4,5 kg telur. Produk sayuran tersebut dialokasikan untuk pemenuhan bahan makanan internal melalui vendor, sementara hasil ternak digunakan sebagai bahan praktik pembinaan tata boga bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan poin delapan, yaitu Kemandirian Pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan. "Panen serentak ini adalah bukti nyata bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional yang produktif," tegas Hudi Ismono. Keberhasilan ini menegaskan bahwa dinding pembatas bukanlah penghalang untuk menyemai kebaikan. Mari terus menanam harapan, karena setiap keringat yang mengalir di tanah SAE adalah langkah pasti menuju kemandirian yang lebih bermartabat.




