MediaJawa — Komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan layanan IMIPAS PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) terus diwujudkan hingga ke satuan kerja pemasyarakatan. Salah satunya terlihat melalui kegiatan Pelayanan Kesehatan Warga Binaan yang dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Selasa (27/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dokter, Perawat, serta Tenaga Kesehatan Lapas memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, konsultasi keluhan kesehatan, tindakan medis hingga pemberian obat sesuai indikasi. Seluruh layanan diberikan dengan pendekatan humanis, ramah, dan penuh kepedulian, mencerminkan layanan prima yang menempatkan kesehatan Warga Binaan sebagai prioritas utama.
Dokter Klinik Pratama Lapas Narkotika Karang Intan, dr. Nanda, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar Warga Binaan yang harus dipenuhi secara optimal.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan pendekatan yang ramah dan profesional. Kesehatan Warga Binaan sangat berpengaruh terhadap proses pembinaan, sehingga harus ditangani secara serius dan berkelanjutan,” jelas dr. Nanda.
Salah seorang Warga Binaan, Mardi, yang mengikuti pemeriksaan mengungkapkan rasa syukur atas pelayanan yang diterimanya.
“Kami merasa diperhatikan. Dokter dan Perawat melayani dengan sabar, menjelaskan kondisi kesehatan kami dengan jelas. Pelayanan seperti ini membuat kami lebih tenang dan termotivasi untuk menjaga kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari transformasi pemasyarakatan yang berorientasi pada kemanusiaan.
“Melalui layanan kesehatan yang prima, kami ingin memastikan bahwa Warga Binaan tetap mendapatkan hak-hak dasarnya. Ini adalah wujud nyata implementasi IMIPAS PRIMA, di mana negara hadir memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi,” tegas Kalapas.
Ia menambahkan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas diharapkan dapat menciptakan lingkungan lapas yang sehat, kondusif, dan mendukung keberhasilan pembinaan. Dengan tubuh yang sehat, Warga Binaan diharapkan mampu mengikuti seluruh program pembinaan secara optimal sebagai bekal menuju reintegrasi sosial. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh Warga Binaan, tetapi juga oleh masyarakat luas sebagai bagian dari kehadiran negara yang peduli dan bertanggung jawab.




