MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru melaksanakan koordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kotabaru terkait rencana penyelenggaraan pelatihan pembinaan kemandirian bersertifikat bagi Warga Binaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (8/1) di Kantor BLK Kotabaru.
Koordinasi ini dilaksanakan oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Kotabaru, Mawardi, bersama jajaran Seksi Giatja, dan diterima langsung oleh Kepala BLK Kotabaru, Muhammad Muhdi Akbar. Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja yang terstruktur dan memiliki sertifikasi kompetensi sebagai bekal bagi Warga Binaan pasca menjalani masa pidana.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak melakukan sinkronisasi program pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk pembahasan ketersediaan instruktur dari BLK Kotabaru serta mekanisme sertifikasi kompetensi bagi Warga Binaan yang telah menyelesaikan pelatihan. Pelatihan direncanakan mengarah pada keterampilan aplikatif yang memiliki peluang kerja dan usaha di masyarakat.
Selain pembahasan program, jajaran Lapas Kotabaru dan BLK Kotabaru juga melakukan peninjauan awal terkait aspek teknis pelaksanaan pelatihan, guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana di Lapas Kotabaru agar layak digunakan sebagai lokasi praktik kerja dan pembelajaran.
Kasi Giatja Lapas Kotabaru, Mawardi, menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah awal dalam memastikan pelaksanaan pembinaan kemandirian berjalan optimal. “Kami ingin pelatihan yang diberikan benar-benar tepat sasaran, sesuai kebutuhan pasar kerja, serta memberikan keterampilan dan sertifikat kompetensi yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan setelah bebas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BLK Kotabaru, Muhammad Muhdi Akbar, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi mendukung program pembinaan kemandirian di Lapas Kotabaru. “BLK Kotabaru siap mendukung melalui penyediaan instruktur, kurikulum, dan sertifikasi kompetensi agar pelatihan ini memberikan manfaat nyata serta meningkatkan daya saing Warga Binaan,” ungkapnya.
Melalui koordinasi ini, Lapas Kotabaru berkomitmen untuk terus memperkuat program pembinaan kemandirian yang terarah dan berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam aspek ketahanan pangan dan pengembangan UMKM. Program pelatihan bersertifikat ini diharapkan mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja yang produktif, mandiri, dan berdaya saing ketika kembali ke masyarakat.




