Mediajawa – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Martapura melaksanakan kegiatan pembuatan kue kering nastar sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, Senin (19/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keterampilan yang berfokus pada penguatan kemampuan kerja produktif dan bernilai ekonomi. Proses pembuatan nastar dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengolahan bahan, pencetakan, pengisian selai nanas, hingga proses pemanggangan dan pengemasan.
Kasi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Perempuan Martapura, Rose Mery KD, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk, tetapi juga melatih kedisiplinan, kerja sama, dan kesiapan Warga Binaan menghadapi dunia kerja setelah bebas.
“Pembuatan nastar ini kami arahkan sebagai pembelajaran keterampilan yang aplikatif dan memiliki peluang usaha, terutama menjelang momen Ramadan dan Lebaran yang permintaannya cukup tinggi,” ujar Rose Mery KD.
Ia menambahkan, Warga Binaan juga dibekali pemahaman terkait standar kebersihan, kualitas produk, dan proses kerja yang sistematis agar hasil yang dihasilkan dapat bersaing dan memiliki nilai jual.
Salah satu Warga Binaan berinisial N mengungkapkan rasa antusiasnya mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pembuatan nastar memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
“Selain belajar membuat kue, kami juga belajar bekerja rapi, sabar, dan kompak. Ini jadi bekal kalau nanti sudah kembali ke masyarakat,” ungkap N.
Melalui kegiatan pembinaan kemandirian ini, Lapas Perempuan Martapura terus berupaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat dan berkelanjutan, sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial yang lebih baik.
- LPP Martapura




