MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui kegiatan produksi peyek, Selasa (27/01}. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembekalan keterampilan yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung program pembinaan berkelanjutan.
Proses pembuatan peyek dilakukan secara terstruktur dengan memperhatikan kualitas rasa dan tekstur agar menghasilkan peyek yang renyah. Warga Binaan dibekali pemahaman mulai dari pemilihan bahan baku, peracikan adonan, hingga teknik penggorengan yang tepat.
Aspek kehigienisan menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan produksi. Seluruh proses dilakukan dengan menjaga kebersihan alat, bahan, serta lingkungan kerja, termasuk penggunaan sarung tangan dan penataan area produksi yang bersih.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru Doni Handriansyah menyampaikan, “Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan Warga Binaan, tetapi juga menanamkan standar kebersihan dan kualitas produk agar mampu bersaing ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Produk peyek hasil pembinaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan Lapas Kotabaru yang memiliki nilai jual, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha mandiri bagi Warga Binaan setelah bebas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas produk hasil karya Warga Binaan.




