MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui produksi makanan olahan “Kripsus La-New City”, Senin (18/5). Produk keripik usus ini menjadi salah satu hasil karya unggulan Warga Binaan yang dikembangkan sebagai bentuk pelatihan keterampilan sekaligus penguatan jiwa kewirausahaan.
Kegiatan produksi dilaksanakan di area dapur pembinaan Lapas Kotabaru dengan melibatkan Warga Binaan secara aktif pada setiap tahapan proses, mulai dari pemilihan bahan baku, pembersihan, pengolahan bumbu, penggorengan, hingga pengemasan produk. Seluruh proses dilakukan di bawah pendampingan petugas guna memastikan kualitas, kebersihan, dan standar produksi tetap terjaga.
Kripsus La-New City tidak hanya menjadi produk makanan ringan biasa, tetapi juga simbol pembinaan produktif yang memberi ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan keterampilan praktis yang bermanfaat setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pengembangan produk unggulan merupakan bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan reintegrasi sosial.
“Kripsus La-New City merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian yang kami dorong di Lapas Kotabaru. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis produksi, tetapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, dan semangat berwirausaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan berbasis produksi diharapkan dapat memberikan bekal nyata bagi Warga Binaan saat kembali ke tengah masyarakat.
Salah satu Warga Binaan berinisial A mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses produksi.
“Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan belajar banyak hal baru, mulai dari pengolahan makanan hingga cara pengemasan produk agar menarik dan siap dipasarkan,” ungkapnya.
Melalui program pembinaan seperti Kripsus La-New City, Lapas Kotabaru terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang inovatif, produktif, dan berdampak nyata. Diharapkan program ini dapat membentuk Warga Binaan yang lebih mandiri, kreatif, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.




