MediaJawa – Dalam upaya meningkatkan pembinaan kepribadian dan memperkuat nilai-nilai keagamaan bagi warga binaan, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau kembali menggelar kegiatan ceramah agama di Masjid Al Hidayah, Rabu (24/06). Kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan muslim dengan penuh antusias dan khidmat sebagai bagian dari program pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan.
Ceramah agama kali ini disampaikan oleh Guru Tukul yang mengangkat materi tentang pentingnya meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta memanfaatkan masa pembinaan sebagai sarana introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam penyampaiannya, Guru Tukul mengajak seluruh warga binaan untuk terus menjaga semangat beribadah dan menjadikan setiap pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter positif warga binaan. “Pembinaan keagamaan merupakan salah satu sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada warga binaan. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, warga binaan dapat memperkuat keimanan, memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Renaldi.
Senada dengan hal tersebut, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Darmawan Saputra, menuturkan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan. “Ceramah agama ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan membangun kesadaran diri dan meningkatkan kualitas spiritual warga binaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan semangat bagi mereka untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih positif,” ungkap Darmawan.
Melalui kegiatan ceramah agama yang dilaksanakan secara rutin, Rutan Kelas IIB Rantau berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual warga binaan. Dengan bekal nilai-nilai keagamaan yang kuat, diharapkan warga binaan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya.




