Iklan 1060x90

Gandeng Kemenag HSU, Lapas Amuntai Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Warga Binaan

Syifa W.
Senin, Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T08:44:27Z

MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai kembali menggelar pengajian rutin bagi warga binaan di Masjid At-Taubah Lapas Amuntai, Senin (6/7/2026). Kegiatan pembinaan kepribadian tersebut menghadirkan penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara, Ustaz Ahmad Fauzi, dengan materi bertema akhlak, serta didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana, Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binapiwatgiatja), Abdul Hair.

Pengajian berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Puluhan warga binaan mengikuti kajian dengan seksama sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan yang secara konsisten dilaksanakan Lapas Amuntai untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter yang lebih baik.

Kalapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menegaskan bahwa pembinaan akhlak memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan proses pemasyarakatan.
"Pembinaan keagamaan merupakan salah satu fondasi utama dalam proses pemasyarakatan. Kami ingin setiap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga menjalani proses hijrah dengan memperbaiki akhlak, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.

 Melalui pengajian rutin ini, kami berharap nilai-nilai akhlakul karimah dapat menjadi pedoman dalam kehidupan mereka, baik selama menjalani pembinaan maupun setelah bebas nanti," ujar Gusti Iskandarsyah.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa akhlak merupakan buah dari keimanan yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, seseorang yang memiliki akhlak mulia akan senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

"Ilmu agama akan sempurna apabila diiringi dengan akhlak yang baik. Menjaga lisan, bersikap jujur, menghormati sesama, serta saling memaafkan adalah bagian dari akhlakul karimah yang harus terus dilatih. Semoga setiap ilmu yang dipelajari hari ini menjadi amal dan bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang," tutur Ustaz Ahmad Fauzi.

Sementara itu, Kasi Binapiwatgiatja Abdul Hair menyampaikan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program pembinaan di Lapas Amuntai.
"Kami terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang berkesinambungan agar warga binaan memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat. Harapannya, perubahan yang mereka alami bukan hanya selama berada di dalam lapas, tetapi juga terus terbawa ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat," ungkap Abdul Hair.

Salah seorang warga binaan, Rahmat, mengaku termotivasi dengan materi yang disampaikan pada pengajian tersebut.
"Materi tentang akhlak membuat kami lebih memahami pentingnya memperbaiki diri dari hal-hal kecil, seperti menjaga ucapan, menghormati orang lain, dan bersikap sabar. Semoga ilmu ini bisa menjadi pedoman untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya," ujarnya.

Melalui kegiatan pengajian rutin di Pondok Pesantren At-Taubah, Lapas Kelas IIB Amuntai terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya meningkatkan pengetahuan agama warga binaan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian yang positif sebagai bekal untuk kembali menjadi insan yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Komentar

Tampilkan

  • Gandeng Kemenag HSU, Lapas Amuntai Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Warga Binaan
  • 0

Berita Terkini

Iklan