MediaJawa – Program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Kotabaru kembali menghasilkan karya unggulan berupa tas sasirangan yang diproduksi melalui proses pola dan penjahitan yang dikerjakan secara teliti oleh Warga Binaan. Hasil produksi pada Kamis (27/11) ini menunjukkan meningkatnya keterampilan peserta pembinaan dalam mengolah kain tradisional menjadi produk siap pakai bernilai ekonomi.
Pada kegiatan ini, fokus diarahkan pada tahap pembuatan pola tas, yaitu proses menentukan bentuk, ukuran, serta potongan kain yang akan dirangkai. Warga Binaan dilatih untuk melakukan pengukuran yang presisi, menyesuaikan motif sasirangan agar simetris, dan memastikan tiap potongan kain tersusun sesuai desain. Ketelitian menjadi elemen utama agar motif tetap rapi dan proporsional saat tas dirakit.
Setelah pola siap, proses dilanjutkan ke penjahitan, yang menjadi bagian paling krusial. Menggunakan mesin jahit industri yang tersedia, Warga Binaan menyatukan semua bagian dengan teknik jahitan yang kuat dan rapi, termasuk pemasangan resleting, tali, lapisan dalam, serta penyelesaian tepi tas. Proses detail ini menghasilkan tas sasirangan yang tidak hanya estetik, tetapi juga kokoh dan fungsional.
Salah satu Warga Binaan berinisial M mengungkapkan kebanggaannya saat melihat hasil kerja mereka semakin baik dari waktu ke waktu. “Bagian pola dan jahitan itu paling menantang, tapi juga paling memuaskan. Saat melihat tasnya jadi dan rapi, saya merasa kemampuan saya benar-benar berkembang. Keterampilan ini sangat berguna untuk saya nanti,” ujarnya.
Petugas pembinaan menambahkan bahwa kemampuan Warga Binaan dalam menguasai proses pola dan penjahitan menjadi kunci peningkatan kualitas produk. “Semakin baik pola dan teknik jahit yang mereka terapkan, semakin tinggi kualitas tas yang dihasilkan,” jelasnya.
Kalapas Kotabaru, Doni Handriansyah, memberikan apresiasinya atas kerja keras para peserta. “Kami ingin Warga Binaan memperoleh keterampilan yang benar-benar bermanfaat bagi masa depan mereka. Produk tas sasirangan ini membuktikan bahwa dengan ketekunan dan pembinaan yang tepat, mereka mampu menghasilkan karya yang bernilai jual,” tegasnya.
Dengan proses produksi yang semakin terstandarisasi dan keterampilan yang terus meningkat, tas sasirangan Lapas Kotabaru diharapkan menjadi salah satu ikon unggulan pembinaan kemandirian serta membawa manfaat bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat.




