MediaJawa — Lapas Amuntai terus mengoptimalkan budidaya maggot sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan. Salah satu tahapan penting yang dilakukan adalah pemilahan larva calon lalat Black Soldier Fly (BSF) guna menjaga kualitas dan keberlanjutan budidaya maggot.
Pemilahan larva dilakukan dengan memisahkan larva yang dipersiapkan sebagai calon indukan lalat BSF dari larva yang siap dimanfaatkan sebagai maggot. Proses ini bertujuan untuk mengontrol siklus budidaya, meningkatkan produktivitas, serta memastikan mutu hasil budidaya tetap optimal.
Kegiatan ini melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari pembinaan keterampilan. Selain memberikan pengetahuan teknis budidaya maggot, kegiatan ini juga menanamkan pemahaman tentang pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
Kepala Lapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa pemilahan larva calon lalat BSF merupakan tahapan penting dalam menjaga keberlangsungan budidaya maggot. “Pemilahan larva ini kami lakukan untuk memastikan siklus budidaya berjalan dengan baik dan menghasilkan maggot berkualitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui program budidaya maggot BSF, Lapas Amuntai tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga mendukung pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi bekal positif bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat serta memberikan nilai tambah secara ekonomi,” tutupnya.




