Iklan 1060x90

Melalui Buku, Lapas Narkotika Karang Intan Bangun Pola Pikir Positif bagi Warga Binaan

Syifa W.
Selasa, Januari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-01-13T10:39:44Z

MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui penguatan budaya literasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar, pengembangan wawasan, dan pembentukan karakter bagi Warga Binaan, Selasa(13/1).

Perpustakaan Lapas Narkotika Karang Intan menyediakan beragam koleksi bacaan yang meliputi buku keagamaan, pengetahuan umum, keterampilan, motivasi, serta bahan bacaan edukatif lainnya yang secara berkala terus diperbarui. Fasilitas ini dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan untuk menumbuhkan minat baca dan mendorong Warga Binaan agar terus belajar selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan perilaku dan peningkatan kualitas diri Warga Binaan. Menurutnya, budaya membaca mampu membentuk pola pikir yang lebih positif, produktif, dan berorientasi pada masa depan.

“Perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang mendukung pembinaan kepribadian. Melalui literasi, Warga Binaan kami dorong untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, dan menyiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Yugo.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kesehatan Narapidana dan Anak didik Lapas Narkotika Karang Intan, Geryn Kemal Pasha, menjelaskan bahwa keberadaan perpustakaan juga memberikan dampak positif bagi kesehatan mental Warga Binaan. Suasana yang tenang dan kondusif menjadikan perpustakaan sebagai ruang refleksi dan penguatan diri.

“Banyak Warga Binaan memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat untuk menenangkan diri, membaca, dan belajar. Ini membantu mereka membangun kembali rasa percaya diri dan pola pikir yang lebih konstruktif selama menjalani pembinaan,” ungkap Gunadi.

Optimalisasi perpustakaan ini sejalan dengan pelaksanaan salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung pendidikan dan peningkatan kapasitas intelektual Narapidana. Dengan penguatan budaya literasi, Lapas Narkotika Karang Intan berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial yang berkelanjutan. 
Komentar

Tampilkan

  • Melalui Buku, Lapas Narkotika Karang Intan Bangun Pola Pikir Positif bagi Warga Binaan
  • 0

Berita Terkini

Iklan