MediaJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui kegiatan pelepasan benang kain sasirangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan produk unggulan lapas yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan nilai jual hasil karya Warga Binaan.
Proses produksi sasirangan kali ini menghilangkan benang ikatan atau pola setelah kain melalui tahap pewarnaan. Proses ini bertujuan menampilkan motif khas sasirangan secara jelas dan rapi, sehingga menghasilkan kain dengan corak yang kuat dan bernilai estetika tinggi.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh Warga Binaan secara bertahap dan teliti dengan pendampingan petugas. Melalui proses ini, Warga Binaan dilatih ketelitian, kesabaran, serta pemahaman teknis dalam menghasilkan produk sasirangan yang siap dipasarkan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa proses tersebut merupakan tahapan penting dalam produksi sasirangan. “Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, sekaligus mendukung penguatan UMKM melalui produk sasirangan unggulan Lapas Kotabaru,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial P mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut. “Proses ini mengajarkan kami untuk bekerja lebih teliti karena hasil akhirnya sangat menentukan kualitas kain sasirangan,” ungkapnya.
Kegiatan proses produksi kain sasirangan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan UMKM. Melalui program ini, Lapas Kotabaru berkomitmen membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif yang dapat menjadi modal usaha setelah kembali ke masyarakat.




