MediaJawa — Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian keterampilan menjahit sebagai upaya membekali mereka dengan keahlian produktif, Rabu (14/1). Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kegiatan kerja Lapas Kotabaru dan menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian menjahit merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan keterampilan yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kemandirian Warga Binaan.
“Keterampilan menjahit diharapkan dapat menjadi bekal ekonomi bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana, sehingga mampu mandiri dan berdaya saing di tengah masyarakat,” ujar Doni.
Kalapas menambahkan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang mengamanatkan pembinaan Warga Binaan melalui pengembangan keterampilan kerja dan produktivitas. Lapas Kotabaru terus mendorong program keterampilan yang aplikatif dan memiliki nilai manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan dilatih mulai dari pengenalan alat dan mesin jahit, teknik dasar menjahit, hingga pembuatan produk sederhana. Proses pembinaan dilakukan secara bertahap dengan pendampingan petugas sebagai instruktur.
Salah satu Warga Binaan, A yang tergabung dalam Pokja Menjahit menyampaikan bahwa kegiatan menjahit memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat. Menurutnya, pelatihan ini membuka peluang untuk berwirausaha setelah bebas nanti.
“Dengan belajar menjahit, saya merasa lebih percaya diri karena punya keterampilan yang bisa digunakan untuk bekerja atau usaha mandiri,” ujarnya.
Melalui pembinaan kemandirian menjahit ini, Lapas Kotabaru berkomitmen terus menghadirkan program pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan, guna mempersiapkan Warga Binaan menjadi pribadi mandiri, terampil, dan siap kembali berkontribusi positif di masyarakat.




