Iklan 1060x90

Strategi Ketahanan Pangan Lapas Kotabar, Panen Sayur Segar di Tengah Keterbatasan Lahan

Syifa W.
Selasa, Januari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-01-06T06:28:10Z

MediaJawa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru melaksanakan panen sayuran pakcoy hidroponik sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus optimalisasi program pertanian di lingkungan lapas, Selasa (6/1). Kegiatan panen ini menjadi wujud nyata pemanfaatan teknologi pertanian modern untuk mendukung produktivitas di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki. Pada panen kali ini, sebanyak 40 pcs pakcoy berhasil dipanen dan selanjutnya dipasarkan melalui minimarket Winmart sebagai bentuk penguatan jejaring pemasaran produk hasil pembinaan.

Kegiatan ini merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle) di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki lapas. Melalui sistem hidroponik, area yang sempit dan tidak produktif dapat dioptimalkan menjadi lahan pertanian yang efisien dan bernilai ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk tetap produktif dan inovatif.

“Meskipun kami memiliki keterbatasan lahan, melalui pertanian hidroponik kami mampu mengoptimalkan ruang yang ada menjadi lahan produktif. Ini adalah wujud dukungan nyata terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong kemandirian pangan,” tegasnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial S yang terlibat langsung dalam kegiatan hidroponik menyampaikan bahwa program ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.

“Dengan lahan yang terbatas, kami belajar memanfaatkan ruang secara maksimal. Ilmu hidroponik ini sangat berguna dan bisa kami terapkan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan panen pakcoy hidroponik ini, Lapas Kotabaru terus memperkuat pembinaan kemandirian yang terintegrasi antara pembekalan keterampilan, peningkatan produktivitas, dan penguatan mental Warga Binaan. Program pertanian hidroponik tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab.

Ke depan, Lapas Kotabaru berkomitmen untuk terus mengembangkan program pertanian berbasis pemanfaatan lahan terbatas dengan pendekatan inovatif dan ramah lingkungan. Upaya ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan internal lapas, membuka peluang pemasaran yang lebih luas, serta membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang relevan sebagai bekal reintegrasi sosial. Seluruh langkah tersebut sejalan dengan semangat Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA yang terus diimplementasikan di lingkungan pemasyarakatan.
Komentar

Tampilkan

  • Strategi Ketahanan Pangan Lapas Kotabar, Panen Sayur Segar di Tengah Keterbatasan Lahan
  • 0

Berita Terkini

Iklan